Shalat bukan sekadar ritual mekanis yang menggugurkan kewajiban syar'i, melainkan sebuah mi'raj spiritual bagi seorang mukmin untuk menghadap Sang Khalik. Kekhusyukan dalam shalat merupakan ruh dari ibadah tersebut, yang tanpanya shalat bagaikan jasad yang mati tanpa nyawa. Para ulama salaf terdahulu menempatkan khusyu sebagai parameter utama diterimanya suatu amal ibadah. Untuk memahami hakikat khusyu, kita harus membedah landasan epistemologisnya baik dari sudut pandang teks suci Al-Quran maupun hadits-hadits nabawi yang sahih. Melalui kajian mendalam ini, kita akan mengurai dimensi lahiriah dan batiniah dari khusyu, serta bagaimana mengaplikasikannya dalam setiap gerakan dan bacaan shalat kita sehari-hari agar ibadah kita tidak
Anatomi Kekhusyukan dalam Shalat: Kajian Komprehensif Teologis, Fiqih, dan Makrifat Berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah
Redaksi
27-05-2026 • 08 : 12 WIB
•
6430 Views
Ilustrasi: Anatomi Kekhusyukan dalam Shalat: Kajian Komprehensif Teologis, Fiqih, dan Makrifat Berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah
