Peradaban sebuah bangsa tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia adalah akumulasi dari nilai, gagasan, dan tindakan nyata yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sayangnya, dalam diskursus modern hari ini, peran perempuan sering kali terjebak dalam dikotomi yang sempit: antara tuntutan karir yang materialistis di satu sisi, dan domestifikasi ekstrem yang mematikan potensi intelektual di sisi