JAKARTA - Solidaritas dunia Islam kembali menunjukkan taringnya di panggung internasional melalui gerakan diplomasi kemanusiaan yang masif. Dalam beberapa pekan terakhir, sinergi antara Pemerintah Republik Indonesia, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan berbagai lembaga kemanusiaan global berhasil menembus blokade ketat guna menyalurkan bantuan logistik dan medis ke wilayah-wilayah konflik, khususnya Gaza di Palestina dan beberapa wilayah terdampak perang saudara di Sudan. Langkah konkret ini membuktikan bahwa diplomasi dalam Islam bukan sekadar retorika politik di meja perundingan, melainkan aksi nyata yang didorong oleh rasa persaudaraan iman yang mendalam.
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia bersama para diplomat dari negara-negara anggota OKI terus melakukan lobi intensif di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna memastikan koridor kemanusiaan tetap terbuka. Indonesia sendiri telah mengirimkan puluhan ton bantuan obat-obatan, makanan siap saji, dan tenda darurat menggunakan pesawat militer yang mendarat di bandara terdekat dari perbatasan. Penyaluran bantuan ini tidak hanya melibatkan unsur pemerintah, tetapi juga didukung penuh oleh berbagai ormas Islam dan lembaga zakat nasional yang bahu-membahu mengumpulkan donasi dari masyarakat sipil di tanah air.
[Kabar Berita Indonesia]
Indonesia memelopori gerakan bantuan kemanusiaan ini sebagai implementasi dari perintah agama untuk saling menolong dalam kebaikan, sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab suci Al-Qur'an agar umat manusia saling bahu-membahu dalam meringankan beban sesama, terutama mereka yang sedang tertindas.
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
[Terjemahan & Relevansi Indonesia]
Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya. (QS. Al-Ma'idah: 2). Relevansi ayat ini dalam diplomasi kemanusiaan sangat jelas, di mana Indonesia dan negara-negara Islam memosisikan diri sebagai penggerak kebajikan global, menolak segala bentuk penindasan, dan menegaskan bahwa membantu sesama adalah bagian integral dari ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
[Kabar Berita Indonesia]
Langkah diplomasi aktif yang ditunjukkan oleh para pemimpin dunia Islam ini juga didasarkan pada prinsip ukhuwah Islamiyah, yang memandang seluruh umat Islam di dunia sebagai satu tubuh yang saling merasakan penderitaan satu sama lain.

