Pernah nggak sih kamu merasa tertinggal pas buka Instagram atau TikTok? Lihat teman lagi nongkrong di kafe hits, atau lihat influencer yang hidupnya kayaknya estetik banget, tiba-tiba muncul rasa cemas alias Fear of Missing Out (FOMO). Perasaan ini sering banget bikin kita overthinking, ngerasa kurang, sampai akhirnya kesehatan mental kita terganggu karena terus-menerus membandingkan hidup kita dengan orang lain yang cuma tampil di layar 15 detik.
Sebenarnya, Islam sudah punya solusi keren buat kita yang sering merasa sendirian atau tertinggal dalam hiruk-pikuk dunia. Kita perlu sadar kalau Allah itu selalu ada dan sangat dekat dengan proses hidup kita masing-masing. Nggak perlu merasa paling merana kalau lagi nggak ikut tren, karena Allah berfirman:
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
Artinya: Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.
Jadi, saat rasa cemas itu datang, coba deh tarik napas dalam-dalam. Alih-alih sibuk scroll feeds orang lain, mending kita fokus ke self-healing yang paling ampuh, yaitu mengingat Sang Pencipta. Mengalihkan fokus dari layar ke zikir atau sekadar curhat sama Allah di sujud terakhir itu vibes-nya beda banget, bisa bikin hati yang tadinya berisik jadi adem seketika. Hal ini sesuai dengan janji Allah:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Tips praktis buat kamu yang mau hijrah dari FOMO ke JOMO (Joy of Missing Out) adalah dengan mulai bersyukur atas hal-hal kecil yang kita punya hari ini. Coba deh digital detox selama beberapa jam sehari. Gunakan waktu itu buat hobi yang bermanfaat atau sekadar istirahat tanpa gangguan notifikasi. Ingat, rezeki dan timeline hidup setiap orang itu sudah diatur dengan sangat rapi oleh Allah. Kalau kita pandai bersyukur, Allah bakal tambah lagi nikmat ketenangan di hati kita:
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

