Zaman sekarang, siapa sih yang nggak pernah ngalamin yang namanya doomscrolling? Tiap malam sebelum tidur, niatnya cuma mau ngecek handphone lima menit, eh malah kebablasan berjam-jam. Ujung-ujungnya, kita malah ngeliat pencapaian orang lain di Instagram atau TikTok yang keliatannya sempurna banget. Mulai deh muncul perasaan FOMO alias Fear of Missing Out, yang berujung pada overthinking tingkat dewa. Kita jadi ngerasa tertinggal, cemas sama masa depan, dan kesehatan mental kita pun mulai terganggu. Di tengah gempuran tren pop culture yang serba cepat ini, kita butuh jeda buat nge-recharge kesehatan mental kita dengan cara yang bener-bener efektif dan menenangkan jiwa.
Langkah pertama buat ngatasin kecemasan ini adalah dengan mengalihkan fokus kita dari validasi manusia ke validasi dari Sang Pencipta. Saat medsos bikin hati kita bising dan penuh keraguan, Islam punya solusi meditasi terbaik, yaitu dzikir. Dzikir bukan cuma sekadar ucapan di bibir, tapi sebuah koneksi spiritual yang mendalam. Ketika pikiranmu mulai penuh dan dadamu terasa sesak karena membandingkan diri dengan orang lain, ingatlah janji Allah dalam Al-Qur'an Surat Ar-Ra'd ayat 28:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Dengan menyadari bahwa skenario hidup kita sudah diatur oleh Yang Maha Adil, kita nggak perlu lagi merasa tersesat atau minder sama pencapaian orang lain.
Selain menenangkan hati dengan dzikir, kita juga perlu meluapkan segala emosi negatif kita lewat doa yang spesifik. Rasulullah SAW paham banget kalau manusia itu tempatnya lemah dan gampang cemas. Makanya, beliau mengajarkan sebuah doa perlindungan yang sangat relate dengan isu kesehatan mental kita hari ini. Ketika kamu ngerasa overthinking mulai menyerang di malam hari, coba deh baca doa ini:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan kesedihan.
Doa ini adalah bentuk self-healing terbaik karena kita secara sadar menyerahkan segala kekhawatiran masa depan dan kesedihan masa lalu kepada Allah. Tips praktisnya, kamu bisa mulai nulis jurnal syukur setiap malam setelah shalat Isya atau Tahajjud, lalu tutup dengan doa ini. Rasakan bagaimana perlahan-lahan beban di pundakmu mulai terangkat karena kamu tahu ada Allah yang memegang kendali atas segalanya.

