Dalam diskursus teologi Islam atau yang lebih dikenal dengan Ilmu Kalam, pemahaman terhadap eksistensi dan esensi Allah Swt merupakan fondasi utama yang menentukan keabsahan iman seorang mukallaf. Para ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah, khususnya yang berafiliasi pada mazhab teologi Imam Abu al-Hasan al-Asy'ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi, telah merumuskan sebuah metodologi yang sangat sistematis untuk memahami sifat-sifat Allah Swt. Rumusan ini dikenal dengan formulasi dua puluh sifat wajib bagi Allah Swt. Pembagian ini bukan bertujuan membatasi kesempurnaan Allah yang sejatinya tidak terbatas, melainkan sebagai upaya metodologis-pedagogis agar umat Islam terhindar dari dua jurang kesesatan: tasybih (menyamakan Allah dengan makhluk) dan ta'thil (meniadakan sifat-sifat Allah). Sifat-sifat wajib ini dikelompokkan ke dalam empat kategori utama, yaitu sifat Nafsiyyah, Salbiyyah, Ma'ani, dan Ma'nawiyyah. Penjelasan ilmiah populer ini akan membedah secara mendalam kelima sifat utama yang merepresentasikan kategori-kategori tersebut dengan menyandingkan argumen tekstual (naqli) dan rasional (aqli).

Memulai pembahasan teologis ini, kita wajib memahami kategori sifat Nafsiyyah, yaitu sifat yang berhubungan dengan zat Allah itu sendiri tanpa adanya tambahan luar. Sifat ini diwakili secara tunggal oleh sifat Al-Wujud (Ada). Keberadaan Allah Swt adalah sebuah keniscayaan ontologis yang mutlak. Secara rasional (aqli), keberadaan alam semesta yang bersifat baru (hadits) dan penuh dengan keteraturan ini tidak mungkin terjadi dengan sendirinya tanpa adanya pencipta yang Maha Kuasa (al-Muhdith). Dalam argumentasi kosmologis mutakallimun, setiap yang baru pasti membutuhkan pencipta, dan pencipta tersebut haruslah zat yang wajib adanya (Wajib al-Wujud). Dalil naqli yang menegaskan hakikat penciptaan ini terekam kuat dalam Al-Quran.

Dalam Artikel

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Terjemahan: Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al-A'raf: 54)

Syarah dan Taf