Dalam diskursus teologi Islam, doa bukan sekadar instrumen utilitarian untuk memenuhi kebutuhan profan manusia, melainkan sebuah bentuk pengakuan ontologis atas kefakiran mutlak makhluk di hadapan kekayaan absolut Sang Khalik. Secara epistemologis, doa merepresentasikan jembatan spiritual yang menghubungkan dimensi keterbatasan manusia dengan dimensi ketakterbatasan kekuasaan Allah Subhanahu
Formulasi Teologis dan Fiqih Doa: Membedah Dimensi Waktu Mustajab dan Adab Syar'i dalam Istijabah
Redaksi
03-06-2026 • 14 : 06 WIB
•
23122 Views
Ilustrasi: Formulasi Teologis dan Fiqih Doa: Membedah Dimensi Waktu Mustajab dan Adab Syar'i dalam Istijabah
