Dalam konstelasi pemikiran Islam, konsep ikhlas bukan sekadar terminologi moralitas semata, melainkan merupakan fondasi eksistensial bagi diterimanya seluruh amal perbuatan manusia. Secara etimologis, ikhlas berasal dari kata khalasha yang berarti murni atau bersih dari campuran. Dalam perspektif akidah, ikhlas menuntut pemurnian orientasi hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, menjauhkan segala bentuk syirik kecil maupun besar yang dapat merusak esensi penghambaan. Tanpa ikhlas, sebuah peribadatan hanyalah raga tanpa nyawa, sebuah manifestasi lahiriah yang hampa dari nilai ukhrawi. Para ulama salaf menegaskan bahwa ikhlas adalah rahasia antara hamba dan Tuhannya, yang tidak diketahui oleh malaikat untuk dituliskan, dan tidak pula oleh setan untuk dirusak.
Sebagai pijakan pertama dalam

