Kehidupan modern dengan segala kemajuan materialisme, sekularisasi, dan disrupsi teknologi membawa tantangan yang belum pernah dihadapi oleh generasi Muslim sebelumnya. Tauhid, sebagai fondasi paling fundamental dalam Islam, kini tidak sekadar berhadapan dengan berhala fisik berupa batu atau kayu, melainkan berhala maknawi yang termanifestasi dalam bentuk pemujaan terhadap materi, sains tanpa tuhan, popularitas, serta ego pribadi atau humanisme ekstrem. Menjaga kemurnian tauhid di zaman ini menuntut pemahaman yang tidak hanya bersifat tekstual-dogmatis, melainkan kontekstual-analitis dengan merujuk pada metodologi