Perbincangan mengenai peran perempuan dalam ruang publik sering kali terjebak dalam dua kutub ekstrem yang saling menegasikan. Di satu sisi, ada pandangan konservatif kaku yang memenjarakan potensi intelektual perempuan hanya di balik dinding rumah tanpa ruang aktualisasi diri. Di sisi lain, arus liberalisme menawarkan kebebasan semu yang menuntut perempuan melepaskan identitas fitrahnya demi mengejar kesetaraan