Dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan dinamika sosial yang kian bising. Ruang publik kita, khususnya media sosial, kerap berubah menjadi medan pertempuran kata-kata yang niradab. Perbedaan pandangan politik, mazhab keagamaan, hingga pilihan gaya hidup sering kali disikapi dengan sinisme, caci maki, dan upaya saling menjatuhkan. Fenomena ini sungguh mem