Ilmu Tauhid merupakan fondasi utama dalam bangunan keislaman seorang hamba, di mana pengenalan terhadap Sang Pencipta (Ma’rifatullah) menjadi titik awal perjalanan spiritual. Para ulama mutakallimin, khususnya dari kalangan Asy’ariyyah dan Maturidiyyah, telah merumuskan sistematika pemahaman akidah melalui penyusunan Sifat Duapuluh. Sifat-sifat ini bukanlah pembatasan terhadap kesempurnaan Allah yang tidak terbatas, melainkan sebuah metodologi sistematis untuk memahami apa yang wajib diyakini secara akal dan wahyu mengenai hakikat ketuhanan. Pembahasan ini mencakup empat klasifikasi utama, yakni sifat nafsiyyah, salbiyyah, ma’ani, dan ma’nawiyyah. Pengetahuan ini berfungsi sebagai perisai dari syubhat pemikiran yang mencoba menyerupakan Allah dengan makhluk (tasybih) atau meniadakan sifat-sifat-Nya (ta’thil).
TEKS ARAB BLOK 1
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Terjemahan & Tafsir Mendalam Blok 1:
Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. Al-Baqarah: 255).
Syarah: Ayat Kursi ini merupakan teks fundamental yang merangkum berbagai sifat wajib bagi Allah. Pertama, sifat Wujud yang tersirat dalam kalimat La ilaha illa Huwa. Wujud Allah adalah Wujud Hakiki yang tidak didahului oleh tiada. Kedua, sifat Al-Hayyu (Yang Hidup) yang menunjukkan sifat Hayat, yaitu sifat yang menjadi syarat sahnya sifat-sifat kesempurnaan lainnya seperti Ilmu dan Qudrah. Ketiga, Al-Qayyum menunjukkan sifat Qiyamuhu Binafsihi, di mana Allah berdiri sendiri tanpa membutuhkan ruang, waktu, maupun bantuan dari makhluk-Nya. Penegasan bahwa Allah tidak mengantuk dan tidak tidur merupakan bentuk Sifat Salbiyyah yang menafikan segala bentuk kekurangan yang lazim dialami oleh makhluk (hawadits).
TEKS ARAB BLOK 2
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ . لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ . فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ
Terjemahan & Tafsir Mendalam Blok 2:

