Shalat merupakan tiang agama sekaligus sarana komunikasi vertikal paling intim antara seorang hamba dengan Penciptanya. Namun, dalam realitas kontemporer, ibadah yang agung ini sering kali terjebak dalam formalitas gerakan fisik belaka, kehilangan ruh utamanya yaitu kekhusyukan. Khusyu bukan sekadar ketenangan lahiriah, melainkan sebuah kondisi psikologis-spiritual di mana hati hadir sepenuhnya, tunduk, dan gemetar di hadapan keagungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Para ulama salaf memandang khusyu sebagai inti dari shalat; tanpanya, shalat bagaikan jasad tanpa nyawa. Untuk memahami hakikat khusyu
Anatomi Kekhusyukan dalam Shalat: Kajian Komprehensif Aspek Tafsir, Fiqih, dan Psikologi Spiritual Berdasarkan Nash Al-Quran dan As-Sunnah
Redaksi
22-06-2026 • 07 : 29 WIB
•
15575 Views
Ilustrasi: Anatomi Kekhusyukan dalam Shalat: Kajian Komprehensif Aspek Tafsir, Fiqih, dan Psikologi Spiritual Berdasarkan Nash Al-Quran dan As-Sunnah
