Dunia digital hari ini telah menjelma menjadi mimbar raksasa tanpa batas. Generasi Z, sebagai penduduk asli lanskap digital ini, tumbuh dalam limpahan informasi keagamaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mulai dari potongan video pendek di TikTok, utas di X, hingga infografis estetis di Instagram, semua menyajikan konten dakwah dalam hitungan detik. Namun, di balik kemudahan akses ini, tersimpan sebuah paradoks besar. Kecepatan arus informasi sering kali mengorbankan kedalaman pemahaman, menciptakan generasi yang cepat menyerap dogma namun rapuh dalam metodologi berpikir keagamaan.
Tantangan terbesar dakwah digital bagi Generasi Z adalah maraknya komodifikasi agama yang dikemas demi algoritma. Konten ke

