Shalat merupakan tiang agama sekaligus sarana komunikasi spiritual tertinggi antara seorang hamba dengan Penciptanya. Namun, dalam realitas kontemporer, shalat sering kali terjebak dalam formalitas gerakan lahiriah tanpa menyentuh esensi batiniahnya. Kekhusyukan, yang merupakan ruh dari shalat, kian hari kian sulit digapai akibat hiruk-pikuk keduniawian yang menyita pikiran. Untuk merekonstruksi kembali kualitas shalat kita, diperlukan pemahaman yang integratif lintas disiplin ilmu, mulai dari tafsir ayat-ayat Al-Quran, syarah hadits-hadits nabawi, hingga pemahaman fiqih praktis yang berlandaskan pada kesadaran kalbu. Melalui kajian ilmiah ini, kita akan membedah secara mendalam bagaimana para ulama salaf mendefinisikan, mengamalkan, dan merawat kekhusyukan dalam shalat sebagai jalan keselamatan di dunia dan akhirat.

Landasan teologis paling utama mengenai urgensi khusyu dalam shalat diletakkan oleh Allah Subhanahu

Dalam Artikel