Pernah nggak sih kalian lagi asik scrolling TikTok jam 2 pagi, terus tiba-tiba merasa dada sesak gara-gara lihat teman seangkatan sudah posting foto lamaran, liburan ke luar negeri, atau pamer gaji pertama di startup unicorn? Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out ini nyata banget di kalangan kita, Gen Z dan Millennial. Rasanya kayak kita lagi lari di tempat, sementara orang lain sudah sampai garis finish. Perasaan insecure ini kalau dibiarkan bisa bikin mental health kita drop dan bikin kita lupa bersyukur. Padahal, apa yang kita lihat di layar itu cuma 10 persen dari realita hidup mereka yang sebenarnya.
Padahal, Islam mengajarkan kalau setiap orang punya porsi dan waktunya masing-masing yang sudah diatur dengan sangat presisi. Allah itu Maha Tahu kapasitas kita, jadi nggak perlu merasa terbebani dengan standar sukses orang lain yang seringkali cuma polesan filter. Ingat pesan cinta dari Allah dalam Al-Baqarah ayat 286: لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا yang artinya Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Jadi, kalau sekarang kamu merasa lagi diuji dengan ketidakpastian atau beban hidup yang berat, itu tandanya kamu dianggap mampu oleh Sang Pencipta buat ngelewatinnya. Kamu itu kuat, cuma mungkin lagi butuh jeda sebentar buat narik napas.
Kunci buat ngadepin anxiety soal masa depan itu bukan dengan terus-terusan membandingkan diri, tapi dengan memperbanyak rasa syukur atas hal-hal kecil yang kita punya saat ini. Pas kita fokus sama apa yang ada di tangan, hati bakal lebih tenang dan pintu-pintu keberkahan lainnya bakal terbuka lebar. Coba deh resapi janji Allah yang satu ini: لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ yang artinya Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Syukur itu bukan cuma soal bilang Alhamdulillah pas dapat rezeki nomplok saja, tapi juga soal berdamai dengan proses dan percaya kalau skenario Allah itu selalu punya plot twist yang membahagiakan di akhir cerita nanti.
Buat kamu yang lagi merasa burn out atau overthinking parah, coba deh lakukan ritual self-healing Islami ini. Pertama, digital detox minimal 2 jam sebelum tidur biar pikiran nggak terkontaminasi konten pamer yang bikin insecure. Kedua, curhat langsung ke Allah lewat doa yang tulus pas sujud terakhir, atau baca doa ini: رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي yang artinya Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku. Ketiga, buat gratitude journal setiap malam, tulis minimal 3 hal kecil yang bikin kamu tersenyum hari ini, sekecil apapun itu.
Kesimpulan: Hidup ini bukan perlombaan lari cepat antar manusia, tapi perjalanan panjang menuju-Nya dengan versi terbaik diri kita sendiri. Jangan biarkan layar smartphone merampas kedamaian hatimu. Kamu berharga, kamu hebat, dan kamu punya timeline sendiri yang sudah didesain indah oleh Allah. Stay sane, stay faithful, and keep glowing inside out!

