Pernah nggak sih kamu lagi asik scrolling feed, eh tiba-tiba ngerasa sedih atau merasa hidup kamu nggak sekeren orang lain? Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out emang jadi makanan sehari-hari buat kita, generasi Muslim Z dan Millennial. Melihat temen posting liburan ke luar negeri, beli gadget baru, atau pamer pencapaian karier seringkali bikin kita ngerasa tertinggal dan akhirnya kena mental breakdown tipis-tipis. Padahal, apa yang kita lihat di layar itu cuma potongan kecil dari realita yang sudah difilter sedemikian rupa.

Poin pertama yang perlu kita tanamkan adalah rasa syukur yang dalam. Islam ngajarin kita buat nggak selalu melihat ke atas dalam urusan duniawi, supaya kita nggak ngerasa kurang terus. Saat hati mulai ngerasa sesak karena banding-bandingin hidup sama orang lain, coba deh tarik napas dalam-dalam dan ingat janji Allah dalam Al-Quran:

Dalam Artikel

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Artinya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.

Dengan bersyukur, kita lagi nge-recharge energi positif di dalam diri. Alih-alih fokus sama apa yang nggak kita punya, mending kita fokus maksimalin potensi yang ada. Ingat, setiap orang punya timeline hidupnya masing-masing yang sudah diatur dengan sangat presisi oleh Sang Pencipta.

Poin kedua adalah soal self-compassion atau berdamai dengan diri sendiri. Kadang kita terlalu keras sama diri sendiri karena pengen ngejar standar sukses yang dibuat oleh pop culture. Padahal, kapasitas tiap orang itu beda-beda dan itu valid banget. Jangan sampai ambisi bikin kita lupa kalau kesehatan mental itu prioritas utama. Allah aja sangat pengertian sama hamba-Nya, masa kita sendiri malah zalim ke diri sendiri? Allah berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Ayat ini adalah reminder paling adem kalau kita nggak perlu memaksakan hal-hal di luar batas kemampuan kita hanya demi validasi sosial. Kalau lagi capek, istirahat. Kalau lagi burnout, ambil jeda. Itu bukan tanda kita lemah, tapi tanda kita manusiawi.