Siapa sih di antara kita yang nggak pernah ngalamin yang namanya overthinking sebelum tidur? Lagi asyik scroll media sosial, tiba-tiba ngelihat pencapaian orang lain yang kelihatan sempurna banget. Ada yang udah beli rumah di usia muda, ada yang lagi liburan ke luar negeri, atau yang pamer hubungan romantis yang goals abis. Akhirnya, kita terjebak dalam pusaran FOMO alias Fear of Missing Out. Rasa takut tertinggal ini bikin kesehatan mental kita keganggu, bikin cemas, dan ujung-ujungnya bikin kita mempertanyakan value diri sendiri. Tapi tenang, Sobat Muslim, Islam punya jawaban yang paling adem buat mengatasi badai pikiran ini.
Pertama, kita harus paham kalau setiap orang punya timeline hidupnya masing-masing yang udah diatur sama Allah. Kita sering banget maksain diri untuk menyamai standar sukses orang lain di media sosial, padahal kapasitas dan ujian setiap jiwa itu beda-beda. Allah nggak pernah menuntut kita untuk jadi orang lain. Di dalam Al-Quran, Allah menegaskan hal ini dengan sangat indah:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Jadi, kalau sekarang kamu merasa jalanmu lebih lambat atau ujianmu terasa lebih berat, itu karena Allah tahu kamu mampu melewatinya. Langkah self-healing pertama adalah kurangi screen time, lakukan social media detox, dan mulailah berdamai dengan takdirmu sendiri. Fokus pada apa yang bisa kamu kontrol, bukan apa yang dipamerkan orang lain.
Kedua, ganti kebiasaan doomscrolling dengan heart-healing. Kalau lagi cemas, biasanya kita pelariannya ke dengerin lagu galau atau nonton series sampai pagi. Padahal, itu cuma mengalihkan perhatian sementara, bukan menyembuhkan. Healing yang sesungguhnya itu adalah mengembalikan hati ke pemiliknya, yaitu Allah. Saat pikiran mulai berisik dan dada terasa sesak, cobalah untuk mengambil air wudhu, lalu duduk dengan tenang sambil merenungkan ayat ini:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Mengingat Allah bisa lewat istighfar, membaca Al-Quran, atau sekadar curhat lewat doa setelah salat. Ketika kita curhat ke manusia, kadang kita malah dapet penghakiman. Tapi ketika kita curhat ke Allah, kita dapet ketenangan yang nggak bisa dibeli dengan uang atau liburan mewah sekalipun. Sebagai tips praktis, setiap kali kamu merasa cemas tentang masa depan, bacalah doa ini:

