Pernah gak sih kamu lagi asyik scrolling media sosial, terus tiba-tiba merasa insecure? Lihat teman sebaya sudah beli mobil baru, ada yang jalan-jalan ke luar negeri, atau posting pencapaian karier yang kelihatan mulus banget. Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out ini sering banget bikin kesehatan mental kita keganggu. Kita jadi merasa tertinggal, cemas, dan mempertanyakan value diri sendiri. Era pop culture sekarang memang menuntut kita untuk selalu tampil sempurna dan serba cepat, padahal kenyataannya hidup gak se-aesthetic feed Instagram.
Sebagai generasi Muslim muda, wajar banget kalau kita kadang merasa lelah dengan semua standar sosial ini. Langkah pertama untuk self-healing adalah dengan mengakui bahwa emosi negatif itu valid, tapi jangan sampai membuat kita tenggelam dalam kesedihan. Rasulullah SAW mengajarkan kita sebuah doa yang sangat indah untuk mengatasi rasa cemas dan sedih akibat tekanan hidup ini.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih.
Doa ini adalah self-healing terbaik saat pikiran kita mulai overthinking membandingkan diri dengan orang lain. Dengan membaca doa ini, kita menyerahkan segala rasa cemas kita kepada Allah yang Maha Mengatur segala urusan.
Poin kedua yang perlu kita pahami adalah bahwa setiap orang punya timeline hidupnya masing-masing yang sudah didesain dengan sangat sempurna oleh Allah. Apa yang kita lihat di media sosial hanyalah potongan kecil dari kehidupan seseorang, bukan keseluruhan realitas mereka. Jangan sampai kita membebani diri dengan standar buatan manusia yang akhirnya merusak kesehatan mental kita sendiri. Ingatlah janji Allah dalam Al-Quran yang menenangkan hati ini:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah: 286).
Ayat ini adalah reminder paling ampuh kalau kamu sedang merasa burnout atau tertekan dengan ekspektasi lingkungan sosialmu. Allah tahu batas kemampuanmu, dan kamu tidak perlu memaksakan diri untuk mengikuti standar hidup orang lain hanya demi mendapatkan pengakuan duniawi.

