Dalam bentangan sejarah peradaban Islam, dialektika antara kebenaran dan kebatilan senantiasa mengalami pasang surut yang dinamis. Dinamika ini tidak hanya terekam dalam catatan sosiologis umat manusia, melainkan telah digariskan secara teologis dalam teks-teks wahyu, baik Al-Quran maupun As-Sunnah. Salah satu konsep eskatologis dan teologis yang paling krusial untuk dibedah pada era kontemporer ini adalah konsep Al-Ghuraba atau orang-orang yang terasing. Keterasingan ini bukanlah sebuah kepasrahan sosial atau bentuk keputusasaan teologis, melainkan sebuah manifestasi dari keteguhan akidah, kedalaman ilmu fiq