Dalam diskursus teologi Islam atau Ilmu Kalam, pembahasan mengenai eksistensi dan sifat-sifat Allah Swt menempati posisi paling sentral. Epistemologi akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, khususnya yang dirumuskan oleh Imam Abu al-Hasan al-Asy'ari dan Imam Abu Manshur al-Maturidi, merumuskan konsep dua puluh sifat wajib bagi Allah sebagai metodologi sistematis untuk menyelamatkan akal manusia dari kesesatan tasybih atau menyamakan Allah dengan makhluk dan ta'thil atau meniadakan sifat Allah. Kajian ilmiah ini akan membedah secara mendalam beberapa sifat wajib yang fundamental, mengintegrasikan dalil naqli berupa teks suci dengan dalil aqli berupa rasionalitas logis, guna memberikan pemahaman yang kokoh bagi penuntut ilmu.
Memulai kajian teologis ini, kita harus meletakkan fondasi paling mendasar dari seluruh sifat, yaitu sifat Wujud atau Ada

