JAKARTA - Dunia Islam kembali menunjukkan taringnya dalam panggung geopolitik global, bukan melalui kekuatan militer, melainkan lewat jalur diplomasi kemanusiaan yang mengetuk pintu-pintu langit dan bumi. Menghadapi krisis kemanusiaan yang kian memprihatinkan di berbagai belahan bumi, khususnya di Palestina dan Yaman, negara-negara mayoritas Muslim seperti Indonesia, Arab Saudi, Turki, dan Qatar kian mempererat sinergi. Langkah konkret ini membuktikan bahwa persaudaraan Islam atau ukhuwah Islamiyah bukan sekadar jargon di atas kertas, melainkan sebuah gerakan nyata yang mampu menembus blokade dan sekat-sekat politik internasional demi menyelamatkan jiwa manusia.
Dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung baru-baru ini di Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama dengan lembaga kemanusiaan global dari Timur Tengah menyepakati koridor baru penyaluran bantuan logistik dan medis. Bantuan senilai jutaan dolar AS yang bersumber dari infak, sedekah, dan dana kemanusiaan masyarakat Muslim Indonesia kini mulai bergerak menuju perbatasan Rafah dan wilayah-wilayah konflik lainnya. Sinergi ini tidak hanya melibatkan pengiriman bahan pangan dan obat-obatan, tetapi juga pembangunan fasilitas sanitasi, rumah sakit lapangan, serta pemulihan psikososial bagi anak-anak korban perang yang kehilangan masa depan mereka.
[Kabar Berita Indonesia]
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa bantuan ini merupakan manifestasi dari kewajiban keagamaan dan kemanusiaan yang luhur, sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur'an untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan.
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
[Terjemahan & Relevansi Indonesia]
Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya. (QS. Al-Ma'idah: 2). Relevansi dari ayat ini sangat jelas dalam diplomasi kemanusiaan modern, di mana umat Islam diwajibkan untuk menyatukan kekuatan finansial, logistik, dan diplomasi politik untuk meringankan penderitaan sesama manusia yang tertindas, menjauhi segala bentuk konflik yang merusak, serta menegakkan keadilan sosial di mata dunia.
[Kabar Berita Indonesia]
Menteri Urusan Islam Arab Saudi dalam konferensi persnya menyampaikan bahwa seluruh bantuan yang dikirimkan oleh negara-negara Muslim adalah bentuk nyata dari konsep satu tubuh yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW.

