Filsafat ketuhanan dalam Islam menempati posisi paling sentral dalam seluruh bangunan syariat dan akhlak. Mengenal Allah Swt (Ma'rifatullah) bukan sekadar pengakuan dogmatis, melainkan sebuah pencapaian intelektual dan spiritual yang fondasinya diletakkan secara kokoh oleh para ulama teologi Islam (Mutakallimun), khususnya mazhab Asy'ariyah dan Maturidiyah. Dalam merumuskan sifat-sifat Allah, para ulama membaginya menjadi sifat-sifat yang wajib, mustahil, dan jaiz (mungkin). Sifat wajib bagi Allah diartikan sebagai sifat-sifat kemurnian ketuhanan yang secara akal sehat wajib ada pada Dzat yang Maha Pencipta, dan ketiadaannya akan merusak tatanan alam semesta serta membatalkan status-Nya sebagai Tuhan. Klasifikasi sifat dua puluh yang masyhur di kalangan umat Islam Nusantara merupakan kristalisasi metodologis untuk mempermudah umat memahami konsep tanzih (penyucian Allah dari kemiripan dengan makhluk) dan itsbat (penetapan sifat-sifat kesempurnaan-Nya). Artikel ini akan membedah lima kluster utama dari sifat-sifat wajib tersebut melalui pendekatan integratif antara dalil naqli (teks Al-Quran) dan dalil aqli (argumentasi rasional).

Paragraf Penjelasan Blok 1:

Dalam Artikel

Sifat pertama dan paling mendasar yang wajib bagi Allah Swt adalah Al-Wujud (Ada). Keberadaan Allah bersifat dzati, artinya keberadaan-Nya tidak disebabkan oleh faktor luar, tidak didahului oleh ketiadaan (adam), dan tidak akan diakhiri oleh kepunahan. Secara rasional, keberadaan alam semesta yang bersifat baru (hadits) dan penuh keteraturan ini mustahil terwujud tanpa adanya Pencipta yang wajib adanya (Wajib al-Wujud). Jika pencipta alam semesta ini juga bersifat mungkin ada (mumkinul wujud), maka akan terjadi lingkaran setan tanpa ujung (tasalsul) atau perputaran sebab-akibat yang mustahil (daur). Oleh karena itu, akal sehat menetapkan secara mutlak bahwa Allah itu ada. Dalil naqli mengenai eksistensi Allah sebagai pencipta tunggal terefleksi kuat dalam firman-Nya di dalam Al-Quran.

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

Terjemahan & Syarah/Tafsir Blok 1:

Artinya: Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun