Mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala (Ma'rifatullah) merupakan fondasi utama dan kewajiban pertama bagi setiap mukalaf sebelum melangkah pada syariat ibadah lainnya. Dalam tradisi keilmuan Ahlus Sunnah wal Jama'ah, khususnya mazhab teologi Al-Asy'ariyah dan Al-Maturidiyah, pengenalan terhadap Sang Pencipta dirumuskan secara sistematis melalui metodologi kajian sifat-sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah. Rumusan ini bukanlah bid'ah dalam akidah, melainkan sebuah ijtihad metodologis (manhaj) untuk mempermudah umat Islam memahami konsep ketuhanan yang murni, terbebas dari paham penyerupaan Tuhan dengan makhluk (tashbih/tajsim) maupun penafian sifat-sifat Tuhan (ta'til). Sifat wajib bagi Allah yang berjumlah dua puluh diklasifikasikan ke dalam empat kategori utama: Nafsiyah, Salbiyah, Ma'ani, dan Ma'nawiyah. Melalui pendekatan integratif antara dalil naqli (Al-Quran dan Hadits) serta dalil aqli (rasionalitas murni), para ulama mutakallimin berhasil menyusun argumentasi kokoh yang tidak terpatahkan oleh berbagai syubhat filsafat materialisme maupun ateisme.
[TEKS ARAB BLOK 1]
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
[Terjemahan & Tafsir Mendalam Blok 1]

