Mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala (Ma'rifatullah) merupakan fondasi utama dalam seluruh bangunan keagamaan Islam. Para ulama tauhid, khususnya dari mazhab teologi Ahlussunnah wal Jama'ah yang dipelopori oleh Imam Abu al-Hasan al-Asy'ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi, telah merumuskan metodologi sistematis untuk memahami zat dan sifat-sifat Allah. Pemahaman ini dirancang agar umat Islam terhindar dari dua jurang kesesatan ekstrem, yaitu tasybih (menyamakan Allah dengan makhluk) dan ta'thil (meniadakan sifat-sifat Allah). Dalam kajian ilmiah ini, kita akan membedah secara mendalam lima dari dua puluh sifat wajib bagi Allah dengan pendekatan multidimensional, mengintegrasikan dalil naqli (teks Al-Quran) dan dalil aqli (argumentasi rasional) yang kokoh.
Sifat pertama dan paling mendasar yang wajib bagi Allah adalah Al-Wujud (Ada). Keberadaan Allah adalah keniscayaan mutlak (Wajib al-Wujud) yang tidak didahului oleh tiada dan tidak akan diakhiri oleh ketiadaan. Kaum teolog Islam merumuskan dalil kosmologis (dalil al-huduts) untuk membuktikan bahwa alam semesta yang bersifat baharu ini

