Pernah nggak sih kamu lagi asik scrolling TikTok atau Instagram, eh tiba-tiba malah ngerasa insecure? Liat temen lagi liburan ke luar negeri, ganti gadget terbaru, atau udah dapet promosi jabatan, sementara kita ngerasa stuck di situ-situ aja. Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out ini emang nyata banget dampaknya buat mental health kita. Rasanya kayak ada tekanan buat selalu tampil sempurna dan ikutin semua tren yang lagi viral biar dianggap relevan. Tapi kalau dikejar terus, yang ada malah burnout dan kehilangan ketenangan batin.

Poin pertama yang perlu kita pahami adalah tentang rasa syukur. Islam nggak melarang kita buat sukses atau punya barang bagus, tapi kuncinya ada di hati yang merasa cukup atau qana'ah. Saat kita sibuk ngeliat apa yang ada di tangan orang lain, kita sering lupa sama nikmat yang udah Allah kasih ke kita sendiri. Padahal, Allah sudah janji kalau kita mau bersyukur, nikmat itu bakal ditambah terus. Sebagaimana firman-Nya: لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ yang artinya: Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Jadi, daripada sibuk membandingkan hidup kita dengan konten estetik orang lain, mending kita fokus validasi diri lewat jalur langit.

Dalam Artikel

Poin kedua, kesehatan mental kita itu sangat bergantung pada apa yang kita konsumsi, bukan cuma makanan, tapi juga tontonan dan lingkungan sosial. Kalau sosmed bikin kamu makin cemas, mungkin itu tandanya kamu butuh digital detox dan kembali ke frekuensi yang lebih tenang. Healing yang paling deep itu bukan cuma jalan-jalan ke kafe mahal, tapi saat kita bisa terkoneksi lagi sama Sang Pencipta. Ingat banget kan pesan cinta dari Allah ini: أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ yang artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. Dengan memperbanyak dzikir dan curhat di sujud terakhir, beban mental yang kerasa berat biasanya bakal perlahan terangkat karena kita sadar ada Allah yang Maha Mengatur segalanya.

Sebagai penutup, jadi anak muda yang gaul dan up-to-date itu boleh banget, tapi jangan sampai bikin kita kehilangan arah. Tetaplah jadi versi terbaik dirimu tanpa harus terbebani standar duniawi yang nggak ada habisnya. Ketenangan itu bukan dicari di layar smartphone, tapi di dalam hati yang ikhlas menerima takdir sambil terus berusaha. Stay cool, stay syar'i, dan jangan lupa bahagia dengan cara yang Allah ridhai.