Scrolling TikTok jam dua pagi, tiba-tiba merasa hidup kita stagnan banget. Teman seangkatan sudah ada yang lamaran, ada yang baru naik jabatan, atau lagi asik liburan ke luar negeri. Rasanya dada sesak dan muncul perasaan tidak kompeten, itu yang sering kita sebut sebagai FOMO atau Fear Of Missing Out. Tren pop culture yang serba cepat dan pamer pencapaian ini sering banget bikin kesehatan mental kita sebagai generasi muda keguncang. Tapi tahu nggak sih, Islam sebenarnya punya cheat code paling ampuh biar kita nggak gampang burnout gara-gara perbandingan sosial yang nggak ada habisnya.
Masalah utamanya adalah kita sering lupa kalau setiap orang punya timeline masing-masing yang sudah diatur dengan sangat presisi oleh Allah. Saat rasa cemas itu datang dan kamu mulai merasa kurang atau gagal, cobalah untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia digital. Ingatlah kata-kata yang menenangkan hati ini: لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا yang artinya Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. Dengan menyadari kalau Allah selalu menemani setiap langkah proses kita, perasaan terasing atau tertinggal itu perlahan bakal memudar. Kita nggak perlu lari mengejar standar sukses orang lain kalau kita tahu bahwa definisi sukses yang hakiki adalah saat kita tetap berada di jalur-Nya.
Tips self-healing paling praktis yang bisa kamu lakukan sekarang juga adalah mempraktikkan Qana'ah atau merasa cukup dengan apa yang ada. Fokuslah pada apa yang ada di tanganmu saat ini, bukan pada apa yang ada di layar smartphone milik orang lain. Saat tantangan hidup terasa berat dan tekanan sosial makin kencang, pegang erat janji Allah ini: فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا yang artinya Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Kesulitan kamu dalam menahan diri dari godaan gaya hidup berlebihan pasti akan berbuah ketenangan hati yang luar biasa. Cobalah sesekali melakukan detoks media sosial dan perbanyak syukur, karena Allah sudah berjanji: لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ yang artinya Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.
Menjadi Muslim modern bukan berarti harus ikut semua tren yang lagi viral. Menjadi keren itu adalah saat kita bisa tetap relevan dengan zaman namun hati tetap tertambat pada nilai-nilai langit. Kamu itu berharga, dengan atau tanpa validasi dari jumlah likes di media sosial. Jadi, yuk mulai apresiasi diri sendiri dan nikmati setiap proses kecil yang sedang kamu jalani sekarang. Stay chill, stay syar'i, dan tetap slay dengan cara yang diredai-Nya!

