Siapa sih di antara kita yang nggak pernah ngalamin overthinking pas lagi asyik scroll TikTok atau Instagram? Ngelihat pencapaian orang lain yang udah punya karir mapan, liburan ke luar negeri, atau nikah muda, sering banget bikin kita kena sindrom FOMO alias Fear of Missing Out. Rasanya kayak kita jalan di tempat, sementara orang lain udah lari kencang banget. Fenomena ini nyata banget di kalangan Gen Z dan Millennial, bahkan sering berujung pada kecemasan berlebih atau anxiety. Tapi tenang, Islam sebenarnya punya resep paling ampuh buat ngatasin badai pikiran ini tanpa kita harus menutup diri dari dunia modern.
Langkah pertama buat self-healing dari FOMO adalah dengan menggeser fokus kita dari apa yang dimiliki orang lain ke apa yang sudah Allah kasih buat kita. Istilah kerennya, ganti FOMO jadi JOMO alias Joy of Missing Out dengan bersyukur. Ketika kita sibuk membandingkan diri, kita lupa kalau porsi rezeki setiap orang itu sudah diatur dengan sangat presisi. Allah SWT mengingatkan kita dalam Al-Qur'an surah Ibrahim ayat 7:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.
Dengan bersyukur, mental kita dilatih untuk merasa cukup dan bahagia. Jadi, pas ngelihat postingan pencapaian orang lain, alih-alih merasa insecure, kita bisa bilang, Alhamdulillah, dia hebat ya, semoga giliran saya segera datang.
Langkah kedua adalah mengistirahatkan pikiran lewat jalur langit, alias menyerahkan segala kecemasan kita kepada Sang Pencipta. Overthinking itu muncul karena kita pengen mengontrol segalanya, padahal kapasitas otak kita terbatas. Saat hati mulai berisik dan pikiran mulai liar memikirkan masa depan yang belum pasti, cobalah untuk jeda sejenak, ambil wudhu, lalu bacalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW ini untuk menenangkan jiwa:
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Artinya: Wahai Rabb Yang Maha Hidup, Wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan, perbaikilah seluruh urusanku dan janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata.
Doa ini adalah self-healing terbaik karena kita mengakui kelemahan kita dan memasrahkan segala urusan hidup, mulai dari karir, jodoh, sampai kesehatan mental, ke tangan Allah yang Maha Mengatur.

