Ibadah doa dalam khazanah intelektual Islam bukan sekadar ritual mekanis atau sekumpulan lafal permohonan yang dipanjatkan secara emosional. Lebih dari itu, doa adalah sebuah jembatan ontologis yang menghubungkan antara kefanaan hamba dengan keabadian Sang Pencipta. Secara epistemologis, doa merepresentasikan pengakuan mutlak atas keterbatasan eksistensial manusia di hadapan kemahakuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dalam mengarungi samudra kehidupan, seorang mukmin dituntut untuk memahami bahwa ada hukum-hukum spiritual yang mengatur bagaimana sebuah permohonan dapat menembus langit dan diijabah oleh Allah. Salah satu instrumen terpenting dalam adab berdoa adalah ketepatan memilih waktu-waktu yang telah dikuduskan oleh syariat sebagai momentum emas pengabulan doa. Artikel ilmiah ini akan membedah secara komprehensif, berdasarkan metodologi tafsir dan syarah hadits, mengenai waktu-waktu mustaj