Pernah nggak sih kamu lagi asik scrolling TikTok atau Instagram jam dua pagi, terus tiba-tiba merasa ketinggalan banget sama hidup orang lain? Si A sudah punya startup, si B sudah keliling dunia, sementara kita masih berkutat sama tugas kuliah yang nggak kelar-kelar atau kerjaan yang bikin burnout parah. Fenomena quarter-life crisis dan FOMO ini nyata banget buat generasi kita. Kita sering kali maksa diri buat lari maraton di saat energi kita sebenarnya butuh istirahat. Mental health bukan cuma soal healing ke Bali atau beli kopi mahal tiap pagi, tapi soal gimana hati kita tetap tenang di tengah badai ekspektasi dunia yang nggak ada habisnya.
Poin pertama yang harus kita pahami adalah hidup ini bukan kompetisi sama orang lain, tapi perjalanan kita menuju Allah. Setiap orang punya timeline-nya masing-masing yang sudah diatur dengan sangat presisi. Kalau sekarang kamu merasa lagi di titik terendah dan beban hidup rasanya berat banget, ingatlah janji Allah dalam surat Al-Inshirah ayat 5:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.
Ayat ini adalah booster paling ampuh buat kesehatan mental kita. Allah nggak bilang kemudahan datang setelah kesulitan, tapi beserta kesulitan. Artinya, di dalam masalah yang kamu hadapi sekarang, sebenarnya sudah ada paket solusinya. Jadi, nggak perlu terlalu insecure sama pencapaian orang lain yang kelihatannya lebih mulus. Fokus aja sama progres kecil yang kamu buat setiap hari sambil terus melibatkan Allah dalam setiap urusan.
Poin kedua adalah soal melepaskan kendali. Kadang kita stres karena kita merasa harus bisa mengontrol semua hal dalam hidup. Padahal, tugas kita cuma berusaha, hasilnya itu hak prerogatif Allah. Belajar buat tawakal itu adalah bentuk self-healing paling tinggi karena kita menitipkan beban kita kepada Dzat yang Maha Kuat. Biar hati lebih adem dan urusan terasa lebih ringan, coba deh rutin baca doa ini:
اللّٰهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا
Artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendaki.
Dengan mengamalkan doa ini, kita mengakui kalau kita itu lemah dan butuh bantuan-Nya. Ini bakal ngurangin beban mental kita secara signifikan karena kita nggak lagi merasa sendirian menghadapi dunia.

