Pernah nggak sih kamu lagi asyik scrolling media sosial, eh tiba-tiba malah ngerasa insecure? Lihat teman seangkatan sudah punya karier mentereng, yang lain sudah jalan-jalan ke luar negeri, sementara kita masih berjuang sama tugas atau deadline kerjaan yang nggak kelar-kelar. Fenomena hustle culture ini emang bikin kita ngerasa harus lari terus tanpa henti. Kalau nggak gerak, rasanya berdosa. Padahal, memaksakan diri sampai burnout itu justru bisa ngerusak kesehatan mental dan kualitas ibadah kita.
Kita harus sadar kalau setiap orang punya timeline-nya masing-masing yang sudah diatur sama Sang Pencipta. Jangan sampai ambisi dunia bikin kita lupa kalau kita ini manusia, bukan robot. Allah SWT tahu banget kok kalau kita punya keterbatasan, makanya Dia nggak pernah nuntut sesuatu yang di luar kemampuan kita. Di tengah rasa capek itu, coba deh ingat ayat ini:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Jadi, kalau sekarang kamu ngerasa berat banget, itu tandanya Allah percaya kamu kuat. Tapi bukan berarti kamu nggak boleh istirahat ya. Istirahat itu bagian dari syukur atas tubuh yang sudah bekerja keras.
Selain itu, buat kamu yang sering kena overthinking atau anxiety gara-gara tekanan sosial, yuk coba ganti cara self-healing kamu. Kalau biasanya healing cuma sekadar checkout keranjang belanja atau staycation yang bikin dompet nangis, coba deh balik ke cara yang lebih deep. Ketenangan yang hakiki itu asalnya dari dalam, bukan dari validasi orang lain atau barang-barang branded. Saat hati lagi berisik dan pikiran semrawut, coba deh buat diam sejenak dan ingat Allah.
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Zikir itu bukan cuma ritual setelah salat saja, tapi bisa jadi teknik grounding yang ampuh banget buat nenangin saraf yang tegang. Coba deh rasakan setiap napas sambil mengucap syukur, itu adalah self-healing paling murah tapi paling mewah efeknya.

