Siapa nih di antara kalian yang sering scroll media sosial tengah malam, terus tiba-tiba dada terasa sesak? Melihat pencapaian teman yang sudah magang di perusahaan multinasional, liburan ke luar negeri, atau bahkan posting foto estetik bareng pasangan halal, seringkali bikin kita kena mental. Fenomena FOMO alias Fear of Missing Out ini nyata banget di kalangan Gen Z dan Millennial. Kita dituntut untuk selalu cepat, selalu update, dan selalu terlihat sukses di mata publik. Akibatnya, overthinking jadi makanan sehari-hari, dan kesehatan mental kita pun mulai goyah. Padahal, hidup ini bukan perlombaan lari cepat, melainkan perjalanan panjang yang sudah diatur rutenya oleh Yang Maha Kuasa.
Langkah pertama buat mengatasi badai overthinking ini adalah dengan menyadari bahwa porsi rezeki dan jalan hidup setiap orang itu beda-beda. Kamu nggak perlu membandingkan chapter pertama hidupmu dengan chapter kesepuluh orang lain. Ketika hati mulai gelisah melihat pencapaian orang lain, coba tarik napas dalam-dalam dan ingat bahwa Allah sudah merancang skenario terbaik untukmu. Ingat kembali firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Hadid ayat 22:
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا
Artinya: Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.
Ayat ini adalah self-healing terbaik. Segala hal yang terjadi, baik atau buruk, sudah tertulis rapi di Lauh Mahfuzh. Jadi, buat apa kita cemas berlebihan sampai mengorbankan waktu tidur dan kesehatan mental kita?
Nah, selain membatasi screen time dan melakukan digital detox, kita juga butuh pertolongan spiritual untuk menenangkan jiwa yang bising. Saat pikiran mulai traveling ke skenario-skenario buruk masa depan yang belum tentu terjadi, Rasulullah SAW mengajarkan kita sebuah doa yang sangat indah untuk memohon ketenangan hati dan perlindungan dari rasa cemas. Bacalah doa ini sebagai jangkar penenangmu:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih, dari sifat lemah dan malas.
Dengan merutinkan doa ini, kita sedang melepaskan ego kita dan menyerahkan segala kecemasan kepada Dzat yang memegang kendali atas segalanya. Tarik napas, hembuskan, lalu katakan pada dirimu sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja karena ada Allah yang selalu membersamaimu.

