Ilmu Tauhid merupakan fondasi utama dalam bangunan keislaman yang menuntut setiap mukallaf untuk mengenal Tuhannya dengan pengenalan yang pasti (ma'rifah yaqiniyah). Dalam tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jama'ah, khususnya madzhab Asy-ariyah dan Maturidiyah, para ulama telah merumuskan metodologi sistematis untuk memahami hakikat ketuhanan melalui klasifikasi sifat-sifat wajib bagi Allah Swt. Sifat-sifat ini bukanlah dzat itu sendiri, namun merupakan atribut yang melekat secara niscaya pada Dzat Yang Maha Suci. Memahami sifat-sifat ini bukan sekadar hafalan teologis, melainkan sebuah upaya intelektual dan spiritual untuk membedakan antara Sang Khaliq yang bersifat Qadim dengan makhluk yang bersifat hadits (baru). Berikut adalah bedah mendalam mengenai klasifikasi sifat-sifat tersebut yang terbagi menjadi Nafsiyah, Salbiyah, Ma'ani, dan Ma'nawiyah.

Pembahasan pertama dimulai dengan Sifat Nafsiyah, yaitu sifat yang berhubungan dengan Dzat Allah itu sendiri, yang mana tanpa sifat ini, Dzat tersebut tidak dapat dibayangkan keberadaannya. Sifat ini direpresentasikan oleh Wujud (Ada).

Dalam Artikel

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ . هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Terjemahan & Tafsir Mendalam: Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hadid: 3-4). Dalam tinjauan tafsir isyari dan burhani, ayat ini menegaskan sifat Wujud Allah yang bersifat mutlak. Wujud Allah disebut sebagai Wajib al-Wujud, yakni keberadaan yang tidak didahului oleh tiada dan tidak akan diakhiri oleh tiada. Berbeda dengan wujud makhluk yang bersifat Mumkin al-Wujud (mungkin ada dan mungkin tiada). Sifat Nafsiyah ini menjadi basis bagi seluruh sifat lainnya, karena mustahil membicarakan sifat tanpa menetapkan keberadaan Dzat yang disifati.

Selanjutnya adalah kelompok Sifat Salbiyah. Sifat ini berfungsi untuk meniadakan atau menyucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi keagungan-Nya. Sifat-sifat ini meliputi Qidam (Terdahulu tanpa awal), Baqa (Kekal tanpa akhir), Mukhalafatu lil Hawaditsi (Berbeda dengan makhluk), Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri sendiri), dan Wahdaniyah (Esa).

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ . وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ . لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ . قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Terjemahan & Tafsir Mendalam: Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (QS. Al-Rahman: 26-27). Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. (QS. Ash-Shura: 11). Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. (QS. Al-Ikhlas: 1-4). Rangkaian ayat ini merupakan pondasi Sifat Salbiyah. Qidam dan Baqa menegaskan bahwa Allah berada di luar dimensi waktu. Mukhalafatu lil Hawaditsi menegaskan Tanzih (penyucian) total dari segala bentuk antropomorfisme (penyerupaan dengan manusia). Wahdaniyah menegaskan bahwa Allah Esa dalam Dzat-Nya (tidak tersusun dari bagian-bagian), Esa dalam Sifat-Nya (tidak ada yang menyamai kualitas sifat-Nya), dan Esa dalam Af'al-Nya (tidak ada pencipta selain Dia).

Memasuki kategori ketiga, yaitu Sifat Ma'ani. Ini adalah sifat-sifat yang ada pada Dzat Allah yang memberikan pengaruh atau dampak pada ciptaan-Nya. Sifat ini meliputi Qudrat (Kuasa), Iradat (Berkehendak), Ilmu (Mengetahui), Hayat (Hidup), Sama' (Mendengar), Bashar (Melihat), dan Kalam (Berfirman).

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ