Peradaban modern dengan segala pencapaian teknologi dan sainsnya telah membawa manusia pada tingkat kemudahan hidup yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, di balik gemerlap kemajuan material ini, tersimpan krisis spiritual yang sangat akut. Modernitas sering kali menggeser poros kehidupan manusia dari teosentris (berpusat pada Tuhan) menjadi antroposentris (berpusat pada manusia) dan materialis (berpusat pada materi). Dalam lanskap sosiologis yang sekuler ini, tauhid bukan lagi sekadar konsep teologis yang dibahas di ruang kelas, melainkan sebuah benteng