Modernitas dengan segala manifestasinya telah membawa perubahan radikal dalam cara manusia memandang dunia dan dirinya sendiri. Di satu sisi, sains dan teknologi menawarkan kemudahan hidup yang belum pernah ada sebelumnya. Namun, di sisi lain, ia juga melahirkan de-spiritualisasi global, materialisme akut, dan krisis eksistensial. Dalam lanskap yang penuh dengan distraksi ini, tauhid bukan lagi sekadar