Perkembangan peradaban modern yang ditandai dengan penetrasi teknologi informasi, globalisasi budaya, dan dominasi filsafat materialisme telah membawa perubahan radikal dalam lanskap kehidupan manusia. Di satu sisi, modernitas menawarkan kemudahan material, efisiensi praktis, dan lompatan sains yang luar biasa. Namun, di sisi lain, ia membawa implikasi teologis yang sangat serius bagi seorang Muslim. Sekularisme yang memisahkan agama dari ruang publik, humanisme ekstrem yang mendewakan rasio manusia, serta konsumerisme yang menjadikan materi sebagai orientasi tertinggi, secara perlahan namun masif dapat mengikis fondasi keimanan yang paling mendasar, yaitu tauhid. Tauhid bukan sekadar dogma teologis yang selesai dibahas dalam ruang kelas klasik, melainkan sebuah prinsip hidup dinamis yang harus diaktualisasikan dalam setiap embusan napas kehidupan modern. Tanpa pemahaman tauhid yang kokoh dan mendalam, seorang Muslim akan mudah terombang-ambing dalam badai syubhat intelektual dan syahwat materialistis yang menjadi ciri khas zaman ini. Oleh karena itu, rekonstruksi pemahaman tauhid yang murni melalui pendekatan tekstual dan kontekstual menjadi sebuah keniscayaan sejarah yang tidak dapat ditunda lagi.
Manifestasi Tauhid Kontemporer: Menjaga Kemurnian Akidah di Tengah Arus Sekularisme dan Dekadensi Modernitas
Redaksi
22-05-2026 • 07 : 28 WIB
•
17804 Views
Ilustrasi: Manifestasi Tauhid Kontemporer: Menjaga Kemurnian Akidah di Tengah Arus Sekularisme dan Dekadensi Modernitas
