Kehidupan modern dengan segala ekses positif dan negatifnya telah membawa perubahan radikal dalam cara manusia memandang eksistensi dirinya dan alam semesta. Arus sekularisasi yang memisahkan nilai-nilai ketuhanan dari ruang publik, ditambah dengan kepungan materialisme yang menempatkan materi sebagai tolok ukur utama kebahagiaan, menjadi tantangan teologis yang sangat berat bagi umat Islam. Dalam lanskap sosial yang sangat dinamis ini, tauhid bukan lagi sekadar materi hafalan dalam kitab-kitab teologi klasik, melainkan sebuah benteng eksistensial yang menentukan keselamatan hidup seorang hamba di dunia dan akhirat. Tauhid adalah poros kehidupan yang mengintegrasikan seluruh dimensi kem