Doa dalam konseptualisasi Islam bukan sekadar instrumen permohonan hamba kepada Penciptanya, melainkan representasi dari esensi ibadah itu sendiri. Secara epistemologis, doa merefleksikan pengakuan mutlak atas kefakiran makhluk di hadapan kekayaan dan kekuasaan mutlak Al-Khaliq. Para ulama salaf menegaskan bahwa efikasi atau keterkabulan doa sangat dipengaruhi oleh keselarasan antara kondisi batiniah orang yang berdoa, adab-adab lahiriah yang diterapkannya, serta pemilihan waktu-waktu khusus yang telah ditetapkan oleh syariat sebagai momentum emas (al-awqat al-syarifah). Dalam diskursus fiqih dan hadits, pemahaman mendalam terhadap teks-teks wahyu menjadi prasyarat utama agar seorang hamba tidak terjebak dalam formalitas ritual tanpa makna. Berikut adalah bedah teks kom
Manifestasi Teologis dan Fiqih Doa: Membedah Dimensi Waktu Mustajab dan Adab Spiritual Berdasarkan Teks Al-Quran dan As-Sunnah
Redaksi
13-06-2026 • 14 : 08 WIB
•
6466 Views
Ilustrasi: Manifestasi Teologis dan Fiqih Doa: Membedah Dimensi Waktu Mustajab dan Adab Spiritual Berdasarkan Teks Al-Quran dan As-Sunnah
