Pernah gak sih kamu lagi asyik scrolling TikTok jam dua pagi, terus mendadak kena serangan overthinking? Ngelihat temen sebaya udah pada kelar S2, punya bisnis sendiri, atau posting foto nikahan yang estetik banget. Tiba-tiba rasanya burnout dan FOMO melanda. Tenang, kamu gak sendirian. Fenomena quarter-life crisis ini emang makanan sehari-hari buat generasi Gen Z dan Millennial. Tapi, alih-alih makin tenggelam dalam perasaan insecure, gimana kalau kita coba rem sebentar dan cari solusinya lewat perspektif Islam?
Seringkali kita merasa cemas karena otak kita capek dipaksa menyerap jutaan informasi setiap hari. Kita terlalu fokus sama ekspektasi dunia dan lupa kalau ada Zat yang memegang penuh jalan hidup kita. Saat pikiranmu mulai liar dan dada rasanya sesak, cobalah untuk ambil wudhu, tarik napas dalam-dalam, dan ingat janji Allah dalam Al-Qur'an:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra'd: 28)
Zikir itu bukan cuma sekadar bacaan di bibir, tapi bentuk pause button dari riuhnya dunia. Ketika sosmed bikin kamu makin cemas, matikan HP sebentar dan curhat sama Allah. Itu adalah metode self-healing paling efektif tanpa perlu ngeluarin budget mahal.
Masalah terbesar anak muda zaman now adalah terjebak dalam jebakan perbandingan. Kita membandingkan proses kita yang masih di bab satu dengan pencapaian orang lain yang udah di bab sepuluh. Ujung-ujungnya muncul rasa sedih tanpa alasan dan rasa cemas berlebihan. Rasulullah SAW paham banget kalau manusia itu rentan kena serangan mental kayak gini. Makanya beliau mengajarkan doa penyemangat yang sangat relatable buat kita:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ
Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan gelisah.
Gunakan doa ini sebagai mantra harianmu saat overthinking mulai datang melanda. Sadarilah bahwa timeline hidup setiap orang itu berbeda. Allah sudah mengatur rezeki dan jalanmu dengan sangat presisi.

