GERAKAN SASTRA SYAHDU CERIA
Merayakan Kata, Menyembuhkan Rasa, Mendekatkan Diri pada Makna Hidup
Di tengah dunia yang bergerak cepat, manusia sering kehilangan ruang untuk mendengar suara hatinya sendiri. Kata-kata menjadi singkat, percakapan menjadi terburu-buru, dan perasaan sering disimpan dalam diam.
Melalui Sastra Syahdu Ceria, kita membuka kembali ruang itu—ruang di mana sastra tidak hanya dibaca, tetapi dirasakan, di mana musik tidak hanya didengar, tetapi dimaknai, dan di mana manusia belajar berdamai dengan perjalanan hidupnya.
Salah satu perjumpaan dalam gerakan ini hadir melalui acara:
🎶 BEDAH BUKU & MINI KONSER
“Persimpangan Rasa: Kata yang Bersuara, Musik yang Bercerita”
Bersama
Senandung Mubarock, penulis buku Persimpangan Rasa.
Dalam acara ini, sastra akan bertemu musik.
Puisi tidak hanya dibacakan, tetapi disenandungkan.
Cerita tidak hanya dibahas, tetapi dihidupkan melalui rasa.
Di setiap bait yang dinyanyikan, kita diajak merenungi bahwa hidup selalu memiliki persimpangan:
persimpangan antara harapan dan kenyataan,
antara kehilangan dan penerimaan,
antara luka manusia dan kebijaksanaan Tuhan.
Sastra di sini bukan sekadar karya,
melainkan jalan pulang bagi perasaan manusia.

