Shalat merupakan poros utama dalam arsitektur ibadah Islam, sebuah tiang pancang yang menentukan tegak atau runtuhnya bangunan spiritual seorang hamba. Namun, dalam diskursus kontemporer, seringkali shalat direduksi sebatas gerakan mekanis lahiriah tanpa menyentuh dimensi esensialnya, yaitu khusyu. Secara epistemologis, khusyu