Pernah nggak sih kamu lagi asyik scrolling TikTok jam dua pagi, terus tiba-tiba nemu video temen seangkatan yang udah dapet kerjaan di perusahaan multinasional, ada yang baru beli mobil baru, atau bahkan ada yang posting foto nikahan estetik? Seketika itu juga, dada rasanya sesak, pikiran mulai traveling kemana-mana, dan ujung-ujungnya kamu ngerasa jadi manusia paling gagal sedunia. Fenomena FOMO alias Fear of Missing Out dan kebiasaan doomscrolling ini bener-bener jadi silent killer buat kesehatan mental Gen Z dan Millennial sekarang. Kita seolah dituntut untuk selalu cepat, selalu update, dan harus sukses di usia muda sesuai standar media sosial. Padahal, hidup ini bukan perlombaan lari, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang unik bagi setiap orang.

Saat hati mulai gelisah membandingkan diri dengan orang lain, ingatkan diri kita bahwa Allah sudah mengatur segalanya dengan sangat presisi. Rasa cemas berlebih itu bisa diredam kalau kita mengembalikan semuanya ke Sang Pencipta. Kita perlu melatih hati untuk ikhlas dan percaya pada takdir-Nya yang indah. Di sinilah pentingnya membaca doa agar hati kita selalu ditenangkan dari rasa cemas yang berlebihan. Rasulullah mengajarkan kita sebuah doa yang sangat indah untuk mengatasi kecemasan ini:

Dalam Artikel

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa keluh kesah dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan.

Doa ini adalah self-healing terbaik saat pikiran mulai overthinking gara-gara postingan orang lain. Dengan berserah diri, kita memutus rantai kecemasan sosial yang sering bikin mental kita drop.

Selain berdoa, kita juga butuh aksi nyata yang namanya digital detox. Batasi waktu screen time kamu dan mulailah melihat ke bawah untuk urusan duniawi. Saat kita sibuk menghitung nikmat yang kita punya, kita nggak akan sempat memikirkan apa yang dimiliki orang lain. Allah menjanjikan ketenangan dan tambahan nikmat bagi mereka yang pandai bersyukur, bukan yang pandai membanding-bandingkan diri. Ingat janji Allah dalam Al-Quran:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.

Tips praktisnya, setiap kali kamu mulai merasa insecure saat scrolling, langsung tutup aplikasinya. Ambil air wudhu, lalu lakukan journaling sederhana dengan menuliskan tiga hal kecil yang kamu syukuri hari ini. Itu adalah bentuk self-healing paling syar'i yang bikin jiwa langsung adem dan fokus kembali ke jalur yang benar.