Doa dalam konseptualisasi teologi Islam bukan sekadar instrumen oportunistik untuk memenuhi kebutuhan temporal manusia, melainkan sebuah poros eksistensial yang menghubungkan hamba (al-makhluq) dengan Penciptanya (al-Khaliq). Secara ontologis, doa adalah pengakuan mutlak atas kefakiran makhluk dan kemahakayaan Tuhan. Para ulama salaf menegaskan bahwa doa merupakan inti dari ibadah itu sendiri, karena di dalamnya terkandung unsur ketundukan, kepasrahan, dan pengagungan yang murni. Namun, dalam manifestasi pengabulannya, Allah Subhanahu wa Ta'ala menetapkan sunnatullah yang melibatkan dimensi adab dan ketepatan waktu. Waktu dalam kosmologi Islam tidaklah homogen; ada ruang-ruang waktu tertentu yang memiliki densitas spiritual lebih tinggi, di mana pintu-pintu langit dibuka secara lebar dan rahmat diturunkan tanpa se
Teologi Doa dan Eksplorasi Waktu-Waktu Mustajab: Analisis Komprehensif Berdasarkan Epistemologi Tafsir dan Hadits
Redaksi
26-05-2026 • 20 : 55 WIB
•
9244 Views
Ilustrasi: Teologi Doa dan Eksplorasi Waktu-Waktu Mustajab: Analisis Komprehensif Berdasarkan Epistemologi Tafsir dan Hadits
