Doa dalam konseptualisasi teologi Islam bukan sekadar instrumen utilitarian untuk memenuhi kebutuhan temporal manusia, melainkan poros utama dari penghambaan eksistensial. Sebagai mukhkhul ibadah atau otak dari ibadah, doa merepresentasikan pengakuan mutlak atas kefakiran makhluk di hadapan kemahakayaan Khalik.