Ilmu Tauhid merupakan fondasi utama dalam bangunan syariat Islam yang menuntut setiap mukallaf untuk mengenal Allah Swt dengan pengenalan yang didasari oleh dalil-dalil yang kuat, baik secara naqliyah maupun aqliyah. Dalam tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jama'ah, khususnya madzhab Al-Asy'ariyah dan Al-Maturidiyah, pemetaan sifat-sifat Allah dirumuskan secara sistematis guna menjaga kemurnian akidah dari paham tasybih (penyerupaan) dan ta'thil (peniadaan sifat). Sifat-sifat wajib bagi Allah bukanlah batasan bagi zat-Nya, melainkan penjelasan mengenai kesempurnaan mutlak yang harus ada pada Tuhan semesta alam. Memahami sifat-sifat ini merupakan langkah awal menuju makrifatullah yang akan membuahkan ketundukan spiritual dan intelektual.
TEKS ARAB BLOK 1
فَكُلُّ مَنْ كُلِّفَ شَرْعًا وَجَبَا عَلَيْهِ أَنْ يَعْرِفَ مَا قَدْ وَجَبَا
لِلّٰهِ وَالْجَائِزَ وَالْمُمْتَنِعَا وَمِثْلُ ذَا لِرُسُلِهِ فَاسْتَمِعَا
فَالْوَاجِبُ الْعَقْلِيُّ مَا لَا يُتَصَوَّرُ فِي الْعَقْلِ عَدَمُهُ، وَالْمُسْتَحِيلُ مَا لَا يُتَصَوَّرُ فِي الْعَقْلِ وُجُودُهُ، وَالْجَائِزُ مَا صَحَّ فِي الْعَقْلِ وُجُودُهُ وَعَدَمُهُ.
Terjemahan & Tafsir Mendalam Blok 1:
Maka setiap orang yang telah dibebani kewajiban syariat (mukallaf), wajib baginya untuk mengetahui apa yang wajib bagi Allah, apa yang mustahil, dan apa yang jaiz (mungkin). Demikian pula halnya bagi para rasul-Nya, maka dengarkanlah. Adapun wajib aqli adalah sesuatu yang tidak dapat diterima oleh akal akan ketiadaannya; mustahil adalah sesuatu yang tidak dapat diterima oleh akal akan keberadaannya; dan jaiz adalah sesuatu yang secara akal sah untuk ada maupun tidak ada.
Penjelasan: Bait di atas diambil dari nazham Jawharat al-Tawhid karya Imam Ibrahim al-Laqqani. Secara epistemologis, kewajiban mengenal Allah (Ma'rifatullah) didasarkan pada penalaran akal yang sehat yang dibimbing oleh wahyu. Sifat wajib bagi Allah didefinisikan sebagai Sifatun Tsubutiyyah, yaitu sifat yang secara rasional tidak mungkin dinafikan dari Zat Allah. Jika sifat ini hilang, maka ketuhanan-Nya akan runtuh. Oleh karena itu, memahami kategori hukum akal (wajib, mustahil, jaiz) adalah kunci utama sebelum membedah rincian dua puluh sifat wajib.
TEKS ARAB BLOK 2

