Doa dalam konseptualisasi teologi Islam bukan sekadar instrumen utilitarian untuk memenuhi kebutuhan profan manusia, melainkan sebuah manifestasi transendental dari penghambaan mutlak (al-ubudiyyah). Secara epistemologis, doa merepresentasikan pengakuan eksistensial makhluk atas keterbatasan dirinya di hadapan Sang Khalik Yang Maha Tak Ter
Anatomi Spiritual Doa: Membedah Dimensi Teologis dan Waktu-Waktu Mustajab Berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah
Redaksi
26-05-2026 • 18 : 03 WIB
•
22485 Views
Ilustrasi: Anatomi Spiritual Doa: Membedah Dimensi Teologis dan Waktu-Waktu Mustajab Berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah
