Belakangan ini, istilah burnout atau lelah mental makin sering sliweran di timeline kita. Mulai dari urusan deadline kantor yang nggak habis-habis, tugas kuliah yang numpuk, sampai tekanan sosial karena lihat pencapaian orang lain di Instagram yang kelihatannya mulus banget. Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, kita sering banget merasa harus selalu on 24/7 dan takut ketinggalan tren atau FOMO. Padahal, terus-terusan memaksakan diri tanpa jeda itu nggak sehat buat jiwa dan raga kita, lho.
Langkah pertama buat mengatasi rasa cemas ini adalah dengan menyadari kalau kita butuh sandaran yang lebih kuat dari sekadar scrolling medsos atau nonton drakor seharian. Islam mengajarkan kita untuk kembali ke akar ketenangan yang sesungguhnya. Saat hati mulai berisik dan pikiran semrawut, cobalah untuk jeda sejenak dan ingat bahwa ketenangan itu datangnya dari Sang Pencipta. Allah berfirman dalam Al-Quran: الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ yang artinya: (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. Dengan berdzikir atau sekadar curhat jujur lewat doa, beban di pundak rasanya jadi jauh lebih ringan karena kita merasa nggak sendirian menghadapi dunia ini.
Selain itu, kita juga perlu belajar untuk nggak terlalu keras pada diri sendiri. Hustle culture seringkali bikin kita merasa gagal kalau belum mencapai target tertentu di usia muda. Padahal, setiap orang punya timeline-nya masing-masing yang sudah diatur dengan sangat rapi oleh-Nya. Jangan sampai rasa ambisius kita malah mengabaikan batasan kemampuan diri yang akhirnya bikin kesehatan mental drop. Ingatlah janji Allah yang satu ini: لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا yang artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Jadi, kalau hari ini kamu merasa lelah, nggak apa-apa untuk istirahat sejenak. Itu bukan tanda kamu lemah, tapi tanda bahwa kamu manusia yang butuh recharge energi biar bisa melangkah lagi dengan lebih mantap.
Tips self-healing praktis yang bisa kamu coba mulai hari ini: Pertama, coba lakukan digital detox minimal satu jam sebelum tidur buat dengerin murottal atau tadabbur tipis-tipis. Kedua, praktikkan journaling syukur setiap pagi dengan menuliskan tiga hal kecil yang bikin kamu bahagia hari ini sambil mengucap Alhamdulillah. Ketiga, jangan lupa sujud yang lama saat shalat malam atau tahajud, karena di situlah tempat terbaik buat numpahin semua keluh kesah yang mungkin nggak bisa kamu ceritain ke siapa pun.
Kesimpulannya, menjadi Muslim yang modern bukan berarti kita harus ikut-ikutan stres demi validasi duniawi. Kita bisa tetap produktif dan berprestasi tanpa harus kehilangan kewarasan mental. Jadikan ibadah sebagai bentuk self-care tertinggi kamu. Karena pada akhirnya, kesuksesan yang hakiki adalah saat hati kita tetap tenang dan tetap terkoneksi dengan Allah di tengah badai dunia yang nggak ada habisnya. Keep shining and stay chill, Sobat Hijrah!

