Pernah nggak sih kamu merasa scrolling media sosial malah bikin makin cemas? Lihat teman posting pencapaian karir, liburan mewah, atau hubungan yang kelihatan perfect banget, terus tiba-tiba kamu merasa tertinggal. Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out ini sering banget bikin kita jadi people pleaser, berusaha keras memenuhi standar orang lain sampai lupa sama kesehatan mental sendiri. Kita jadi sibuk mengejar validasi manusia, padahal hati kita butuh istirahat yang sesungguhnya.

Poin pertama yang perlu kita pahami adalah setiap orang punya timeline hidupnya masing-masing yang sudah diatur dengan sangat rapi. Kamu nggak perlu merasa terbebani untuk menjadi sempurna di mata dunia. Ingatlah janji Allah dalam Al-Quran yang sangat menenangkan ini:

Dalam Artikel

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Jadi, kalau sekarang kamu merasa lagi di titik terberat, itu tandanya kamu memang kuat dan mampu melewatinya. Jangan bandingkan chapter satu kamu dengan chapter sepuluh orang lain. Fokus saja pada progres kecilmu setiap hari dan tetaplah berbuat baik tanpa harus mengorbankan ketenangan batinmu.

Selanjutnya, buat kamu yang sering merasa overthinking di malam hari, cobalah untuk kembali ke akar ketenangan kita. Mental health dalam Islam itu erat banget kaitannya dengan seberapa sering kita connect sama Sang Pencipta. Saat dunia terasa terlalu berisik dan ekspektasi orang terasa mencekik, cobalah ambil waktu sejenak untuk menyendiri dan berzikir. Karena sejatinya, ketenangan itu bukan datang dari jumlah likes atau pujian orang lain, melainkan dari sini:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

Tips self-healing praktis buat kamu: