Anak muda zaman sekarang pasti akrab banget sama yang namanya doomscrolling. Baru bangun tidur, yang dibuka langsung Instagram atau TikTok. Terus ujung-ujungnya malah kena FOMO alias Fear of Missing Out, alias takut ketinggalan tren. Melihat pencapaian orang lain di usia 20-an yang udah punya ini-itu, sering kali bikin kita overthinking dan ngerasa insecure. Padahal, kesehatan mental kita itu mahal harganya. Di tengah gempuran pop culture yang serba cepat ini, kita butuh jeda dan kembali ke pelukan Sang Pencipta buat nemuin kedamaian yang sesungguhnya.
Poin 1: Kurangi Bandingkan Diri dan Temukan Ketenangan Lewat Mengingat Allah
Kunci utama biar nggak gampang cemas pas ngelihat pencapaian orang lain di media sosial adalah dengan menyadari bahwa porsi rezeki dan jalan hidup setiap orang itu sudah diatur dengan sangat adil. Saat hati mulai gelisah dan pikiran mulai ke mana-mana karena membandingkan diri, buru-buru deh ambil wudhu dan tenangkan diri. Al-Qur'an sudah memberikan resep paling ampuh buat hati yang lagi gundah gulana melalui ayat berikut:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra'd: 28).
Jadi, daripada sibuk scrolling feeds orang lain yang cuma nampilin sisi indahnya aja, mending kita sibukkan hati buat berzikir dan mengingat Allah. Itu dia self-healing yang paling murah, mudah, dan bergaransi langsung dari langit.
Poin 2: Lepaskan Beban Pikiran dengan Doa Pasrah yang Powerful
Kadang, tekanan sosial dari lingkungan atau ekspektasi kita sendiri yang terlalu tinggi bikin dada rasanya sesak. Kita pengen semua hal berjalan sempurna sesuai kemauan kita, padahal kita cuma manusia biasa yang punya keterbatasan. Di sinilah pentingnya konsep tawakal dan berserah diri. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan sebuah doa yang sangat indah untuk kita baca saat merasa terbebani oleh kehidupan duniawi ini:
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

