Siapa sih di antara kita yang nggak pernah ngalamin FOMO alias Fear of Missing Out? Tiap kali buka media sosial, isinya kalau nggak temen yang flexing pencapaian karir, ya postingan konser musisi favorit yang tiketnya seharga sewa kosan tiga bulan. Belum lagi tren pop culture yang gonta-ganti tiap minggu. Rasanya kalau nggak ikutan, kita jadi manusia paling kuper sedunia. Alhasil, kesehatan mental kita jadi taruhannya. Kita terjebak dalam lingkaran setan bernama social comparison, membandingkan kehidupan nyata kita yang penuh perjuangan dengan potongan kehidupan orang lain yang tampak sempurna di layar kaca.

Langkah pertama buat mengatasi badai FOMO ini adalah dengan melatih rasa cukup atau qana'ah. Kita perlu sadar kalau setiap orang punya timeline hidupnya masing-masing yang sudah diatur dengan sangat presisi oleh Allah. Saat hati mulai gelisah melihat pencapaian orang lain, coba deh ambil jeda, tarik napas dalam-dalam, dan bacalah doa penenang hati ini agar kita tidak mudah merasa rendah diri atau insecure:

Dalam Artikel

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ

Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang tenang, yang percaya akan bertemu dengan-Mu, yang rida dengan ketetapan-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberian-Mu.

Dengan menanamkan mindset ini, kita nggak akan lagi gampang goyah cuma karena tren yang lewat di timeline. Kita jadi paham bahwa apa yang ditakdirkan untuk kita tidak akan pernah melewatkan kita, dan apa yang melewatkan kita memang tidak pernah ditakdirkan untuk kita.

Selain melatih qana'ah, kita juga butuh yang namanya spiritual detox. Kurangi screen time dan perbanyak waktu untuk berdialog dengan Pencipta kita. Healing terbaik itu bukan liburan mahal ke luar negeri yang bikin dompet menangis, tapi ketika kita bisa sujud di sepertiga malam dan menumpahkan semua keluh kesah kita. Allah itu sangat dekat dan selalu mendengar keluhan hamba-Nya. Ingat baik-baik firman Allah yang sangat menenangkan ini:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

Jadi, mulailah buat batasan yang sehat dengan gadgetmu. Setiap kali merasa cemas atau burnout karena tekanan sosial, matikan ponselmu sejenak, ambil wudhu, dan bacalah Al-Qur'an. Rasakan bagaimana ketenangan itu perlahan mengalir dan memeluk hatimu yang lelah.